Seraga Catering

10 Dampak Buruk Telat Makan bagi Kesehatan

Pola makan teratur adalah salah satu cara menjaga kesehatan tubuh kita. Namun, berbagai kondisi dapat membuat kita sering telat makan atau bahkan tidak makan.

Jika dibiarkan, ada sejumlah akibat telat makan yang bisa membahayakan tubuh baik gangguan kesehatan sementara atau jangka panjang.

Ada beragam alasan klasik yang menyebabkan seseorang sering telat makan, misalnya karena sibuk dengan pekerjaan atau sedang diet untuk menurunkan berat badan.

Padahal, kebiasaan ini justru dapat menghambat program diet dan mengganggu kerja organ-organ tubuh. Mengapa demikian?

Berikut 10 dampak buruk telat makan bagi kesehatan tubuh kita:

1. Kelaparan

Lapar merupakan cara alamiah tubuh memberikan sinyal untuk meminta tambahan bahan bakar. Jika sinyal ini diabaikan, tubuh akan terus kelaparan dan mengidam makanan.

Kondisi ini dapat membuat Anda kesulitan berkonsentrasi dan beraktivitas karena perut yang lapar dan pikiran mengenai makanan akan terus mengganggu.

2. Pola makan yang tidak sehat

Sering telat makan dapat membentuk pola makan yang tidak sehat. Saat perut sangat kelaparan, Anda dapat mengambil apa saja yang paling mudah dan cepat, khususnya makanan tidak sehat, seperti camilan tinggi gula dan garam atau makanan cepat saji yang tinggi kalori, lemak, dan kolesterol.

Akibat telat makan lainnya adalah tubuh dapat menganggap makanan sebagai hal yang langka sehingga saat waktu makan tiba, Anda dapat menyantap makanan secara berlebihan.

Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat dan makan berlebihan malah akan membuat berat badan Anda mudah naik dan meningkatkan risiko obesitas.

3. Penurunan kadar gula darah

Telat makan atau tidak makan akan membuat kadar gula darah turun. Tubuh lantas memproduksi kortisol (hormon stres) sebagai usaha membantu mengatur gula darah. Masalahnya, kondisi ini dapat menciptakan respons stres pada tubuh sehingga Anda akan mudah cemas, tertekan, murung, mudah tersinggung, dan letih.

4. Penurunan energi

Salah satu efek tidak makan adalah penurunan energi sehingga tubuh terasa lesu dan lelah. Fungsi otak juga dapat mengalami penurunan karena tidak ada glukosa atau gula darah untuk menjaga fungsinya.

Telat makan juga dapat menyebabkan sakit kepala sekaligus tubuh terasa lemah dan goyah. Anda juga bisa pingsan jika melakukan aktivitas yang menguras energi saat tidak makan.

5. Kehilangan sinyal lapar dan kenyang alamiah

Hormon ghrelin dapat membuat Anda lapar saat tubuh membutuhkan bahan bakar (energi), sedangkan leptin memberikan tanda untuk menurunkan nafsu makan dengan memberikan sinyal ke otak bahwa Anda sudah kenyang.

Namun, jika Anda terbiasa mengabaikannya, tubuh bisa kehilangan sinyal lapar dan kenyang tersebut. Sebagai akibat jarang makan, tubuh dapat kehilangan pemahaman seperti apa rasa lapar dan kenyang sehingga berpotensi menimbulkan konsekuensi negatif bagi kesehatan.

6. Meningkatkan risiko kecemasan

Telat makan atau tidak makan bisa menyebabkan kecemasan. Tahukah Anda kalau telat makan juga dapat berdampak bagi kesehatan mental? Sebuah studi di tahun 2018 yang diterbitkan dalam International Journal of Enviromental Research and Public Health menunjukkan bahwa remaja yang tidak makan sarapan lebih mudah mengalami stres dan depresi dibandingkan remaja yang rutin sarapan.

7. Kekurangan nutrisi

Anda dapat mengalami kekurangan nutrisi sebagai akibat dari telat makan. Masalah ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi penting yang dibutuhkan.Saat kelaparan, tubuh juga cenderung mengidam karbohidrat olahan, seperti kue atau roti. Makanan ini hanya membuat kenyang sejenak, tapi tidak dapat mencukupi kebutuhan gizi tubuh.

Lebih jauh lagi, akibat jarang makan bisa menyebabkan kekurangan nutrisi dalam jangka panjang. Kondisi ini dapat berpengaruh pada kekuatan fisik, kemampuan berpikir, hingga daya tahan tubuh terhadap penyakit.

8. Gangguan pencernaan

Telat makan atau tidak makan juga dapat menyebabkan berbagai gejala gangguan pencernaan, seperti mual, diare, hingga, sembelit. Gangguan pencernaan ini bahkan bisa terjadi lebih parah jika Anda terbiasa telat makan, lalu setelah itu makan secara berlebihan.

Sebagai konsekuensinya, pencernaan menjadi semakin tidak teratur bahkan berpotensi mengembangkan penyakit pencernaan.

9. Susah berkonsentrasi

Tubuh memerlukan energi dari glukosa (karbohidrat) agar bisa menjalankan fungsinya. Begitu Anda berhenti makan selama 4 – 6 jam, suplai glukosa menuju otak akan mulai berkurang. Akibatnya, tubuh tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Kurangnya suplai glukosa juga memengaruhi kemampuan berpikir dan berkonsentrasi serta menurunkan kinerja mental secara keseluruhan. Anda mungkin akan lebih mudah kelelahan, lemah, lesu, dan bahkan cenderung murung.

10. Gampang kelelahan

Tubuh terus membakar kalori dan menguraikan zat gizi sekalipun Anda sedang dalam kondisi istirahat. Persediaan energi dan zat gizi ini berasal dari makanan. Apabila Anda telat makan, tubuh tidak mempunyai cukup “bahan bakar” untuk menjalankan fungsi ini.

Pada kondisi minim energi, metabolisme berjalan lebih lambat. Tubuh Anda menghemat kalori yang tersisa agar bisa terus menjalankan fungsi dasar seperti pernapasan dan pengaturan detak jantung. Hal ini lama-kelamaan bisa membuat Anda cepat lelah.

Source: Blog UNAIR

Referensi :

Resna, N. (2021) Inilah 10 Akibat Telat Makan yang Berbahaya bagi Kesehatan Anda. Available at: https://www.sehatq.com/artikel/berbagai-akibat-telat-makan-yang-tidak-boleh-anda-remehkan (Accessed: 10 April 2021).

Swari, R. C. (2021) 5 Dampak yang Berbahaya bagi Kesehatan Jika Sering Telat makan. Available at: https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/bahaya-jika-sering-telat-makan/ (Accessed: 10 April 2021).